Kemana Seharusnya?

7 Februari 2009 at 1:33 am | In Curhat | 1 Comment

Ya Allah.. Bimbinglah hambaMu (semoga benar aku adalah hambaNya, bukan sekedar makhlukNya) ini.. Saat dimana aku bimbang kemana harus melangkahkan kakiku sendiri. Jika membimbing langkahku sendiri saja aku penuh bimbang, bagaimana kelak ku bimbing orang lain terutama istriku (cie.. udah pingin punya istri nih -senyum) juga keluargaku. Ketika Engkau firmankan “Jaga diriku dan keluargari dari siksa neraka” aku dengan penuh semangat berusaha mengamalkannya.

Aku butuh bimbingMu ya Allah..
Aku butuh belas kasihMu ya Rabby..

(Bimbang soal apa sih Zen –ada yang nanya)
* Soal bagaimana melanjutkan hidup ini.

Lho melanjutkan hidup kok bimbang, ya lanjut saja.. Masa mau mati sekarang, gak mau melanjutkan hidup???
* Bukan begitu,,, tapi soal arahnya ini lho..

Wah.. kalau itu jawabnya mudah, ke arah yang benar!! Mudah khan? Jangan dipersulitlah hidup ini.
* Trus, arah yang benar itu kemana?

Yaaach,, pake nanya lagi! Ke arah yang ditempuh Rasulullah dengan bimbingan Allah.
* Riil-nya?

Aduh Zeyn, pertanyaan kamu singkat tapi takkan muat halaman ini menuliskannya.
* Lho? Koq gituuu sih… Jaaangan maaarah..

Engga’ marah kok, serius. Iya deh, ini beberapa langkah riilnya.
+ Satu hal yang utama, jangan selingkuh dari Allah. Karena perselingkuhan awal kehancuran. Maksudnya, yakinlah bahwa dirimu berasal oleh kehendak Allah dan akan kembali padaNya. Jangan coba2 memalingkan hati terdalam kamu dari-Nya.
+ Jauhi maksiyat! Artinya, sekali-kali jangan (kalimat itu mengingatkan saya pada gaya bicara mbah Minan Zuhri) mendekati hal2 yang akan mendorong kamu, mempengaruhi kamu pada maksiyat. (tidak tanya maksiyat itu apa khan??)
+ Cobalah hidup berkualitas. Apa itu?
■ Sebagaimana poin 1 dan 2 diatas.
■ Pola hidup sehat (jangan nantang sakit, kecuali terpaksa)
■ Pola fikir sehat (jangan berfikir kotor, jorok, benci. Kecuali pada tempatnya)
■ Ajari orang lain hal2 diatas.

++ Udah ya Zeyn… Jangan tanya lagi. Asal hal2 diatas kamu laksanakan dengan benar, itulah jalan yang benar.

+++ Semoga Allah meridloi hidup kamu dan memudahkan semua langkah2 kamu menuju ridlo-Nya.

* Terima Kasih, Mas… Mbak.. Atau siapa pun yang memberikan nasehat itu padaku. (Meski dia adalah aku sendiri).

1 Komentar »

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

  1. semoga ALLAH Swt menjaga langkah dan iman kita..
    semoga ditahannya hati ini untuk tetap teguh menyembahNya..
    supaya terus menjadikan setiap titik hidup bermakna.. :)

    ditunggu kunjungan baliknya..
    http://putrinegriangan.wordpress.com


Tinggalkan komentar

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.